Minggu, 23 Januari 2022

Mengenal Media Promosi

 Media Promosi

Apa itu media promosi?

Promosi merupakan bentuk komunikasi pemasaran, yang artinya aktivitas yang berusaha menyebarkan informasi. Yang bertujuan untuk mempengaruhi atau membujuk agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan. 
Media promosi dengan internet misalnya dengan menggunakan media sosial, market place, dll. Sedangkan untuk promosi secara offline kita sering melihatnya menggunakan media famplet, spanduk, brosur, siaran radio, siaran televisi, dll.

Tujuan adanya media promosi

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan tujuan media promosi yaitu :
1. Untuk memberikan informasi yang tepat mengenai produk atau jasa yang dijual.
2. Meningkatkan penjualan maka keuntunganpun besar.
3. Mendapat konsumen baru.
4. Membangun citra yang baik mengenai produk dan nama perusahaan di mata konsumen lain.
5. Mengunggulkan produk sendiri sehingga bisa tetap bersaing di pasar dengan produk lain.

Fungsi media promosi

1. Pengenalan

Pertama tentunya untuk mengenalkan produk atau jasa yang akan di jual ke pasar mulai dari kegunaannya, keunggulan, harganya dll., sehingga calon pembeli mengatahui informasi produk atau jasa tersebut. Dengan pengenalan produk yang baik maka calon pembeli biasanya akan membandingkan dengan produk saingan lalu akan mengambil kesimpulan produk mana yang lebih baik menurutnya.

2. Penawaran

Selanjutnya yaitu untuk menawarkan dan membujuk calon konsumen sehingga dapat memutuskan untuk membeli produk tersebut. Lakuakan penawaran yang baik dengan memberikan informasi yang jelas mengenai harga hingga keunggulan produk yang ditawarkan. Oleh karena itu tawarkan kepada konsumen yang memang membutuhkan produk atau jasa tersebut sehingga banyak yang tertarik membelinya.

3. Penjagaan Konsumen

Untuk menjaga konsumen supaya tetap loyal terhadap produk yang di belinya sehingga melakukan pembelian secara berkelanjutan, tentunya hal ini harus dibarengi juga dengan pelayanan yang dilakukan perusahaan kepada konsumen tersebut. 

4. Perbaikan

Untuk memperbaiki kesalahan yang dilakukan oleh perusahaan, jika produk yang sebelumnya dikeluarkan memiliki kekurangan sehingga membuat konsumen kecewa, maka dipromosi selanjutnya dapat di informasikan bahwa produk tersebut telah di sempurnakan sehingga lebih baik dari produk sebelumnya.

Jumat, 21 Januari 2022

Manajemen Bisnis Ritel

 Manajemen Bisnis Ritel

          1. Pengertian Bisnis Ritel

Kata manejemen sendiri berasal dari Bahasa Perancis kuno, management memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Kata manajemen juga berasal dari Bahasa Italia yaitu maneggiare yang berarti mengendalikan. Dari kedua kata itu dapat kita simpulkan bahwa manajemen merupakan bagian dari merencanakan, mengelola dan menjalankan bisnis.
Sementara itu, bisnis merupakan kegiatan dalam menjual produk atau jasa agar menberikan keuntungan. Namun bisnis juga merupakan kegiatan beresiko yang dapat memberikan kerugian. Agar terhindar dari kerugian, bisnis harus dijalankan dengan perencanaan yang tepat dan matang, dan pelaksanaan yang serius.
Secara umum dapat disimpulkan bahwa manajemen bisnis ritel adalah segala cara pengaturan menyeluruh untuk menjalankan usaha bisnis ritel secara profesional serta dapat menghasilkan tujuan yang diimpikan.

2. Fungsi Bisnis Ritel

            Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di                dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam                                      melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan.

  • Perencanaan. Dalam ilmu manajemen perencanaan diartikan sebagai kegiatan memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki.

  • Pengorganisasian. Perorganisasian dilaksanakan dengan cara membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan kegiatan yang lebih kecil. Sistem pengorganisasian dalam ilmu manajemen dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan.

  • Pengarahan. Pengarahan diartikan sebagai suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha.

Kamis, 20 Januari 2022

 Mengenal dan Memahami Bisnis Ritel 

(part 2)

Pengertian Bisnis Ritel

Kata ritel atau retail berasal dari Bahasa perancis riteller yang berarti memotong atau memecahkan sesuatu. Sedangkan menurut kamus besar Bahasa Indonesia, eceran berarti secara satu satu.

Definisi bisnis ritel dari beberapa ahli :

1. Levy & Weitz , mengemukakan bahwa bisnis ritel atau eceran adalah satu rangkaian aktivitas bisnis untuk menambah nilai guna barang dan jasa yang dijual kepada konsumen untuk konsumsi pribadi atau rumah tangga.

2. Barry Berman dan Joel R Evans,mendefinisikan eceran atau ritel adalah suatu usaha bisnis yang berusaha memasarkan barang dan jasa kepada konsumen akhir yang menggunakannya untuk keperluan pribadi dan rumah tangga. Produk yang dijual dalam usaha ritel adalah barang,jasa maupun gabungan dari keduanya.


Fungsi Bisnis Ritel

1. Memudahkan konsumen untuk mendapatkan barang ataupun jasa yang dibutuhkan.
2. Memberikan keuntungan untuk produsen dan grosir.
3. Berperan secara langsung untuk mempromosikan produk.
4. Menawarkan aneka jenis ragam barang dengan harga yang beragam.

 

Mengenal dan Memahami Bisnis Ritel (part 1)

Konsep Bisnis Ritel

Bisnis Ritel atau eceran merupakan bisnis yang sangat menjanjikan dan menguntungkan. Maka dari itu banyak pengusaha yang terjun dalam bisnis tersebut. Pada dasarnya ritel merupakan pihak yang menjual barang atau jasa langsung kepada para konsumen, baik untuk pemakaian pribadi ataupun rumah tangga.

Sejarah Bisnis Ritel

Awal mula bisnis ritel di Indonesia menurut Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), mulai berkembang pada tahun 1930 -an seiring dengan perkembangan perekonomian Indonesia.

Berikut adalah tahapan sejarah bisnis ritel di Indonesia dari tahun ke tahun hingga maju dan canggih seperti sekarang ini.

A. Sebelum tahun 1960-an, di masa ini bisnis ritel di Indonesia masih sangat sederhana. Bentuknya hanyalah pedagang eceran yang berada di pinggir jalan utama dan d pasar tradisional. Pedagang eceran  tersebut berjualan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada masa itu.

B. Tahun 1960-an, mulai muncul ritel modern yang merupakan pengaruh dari perkembangan ritel. Ritel modern pertama kali di Indonesia dibangun dengan format Department Store. Gerai ritel modern pertama tersebut adalah SARINAH di Jl. MH Thamrin.

C. Tahun 1970-1980an, bisnis ritel mulai berkembang dengan pesat. Kebanyakan bentuk bisnis ritel yang dibangun berformat supermarket dan department store. Muncul banyak sekali pengusaha yang bergerak dibidang ritel ditanadai dengan berkembangnya peritel modern semacam Matahari, Hero, Golden Truly, Pasar Raya dan Ramayana. Selain ritel berbentuk department store, berkembang format bisnis ritel di bidang obat obatan yang lebih dikenal dengan nama apotik.

D. Tahun 1990-an, bisnis ritel semakin maju dengan bermunculannya convenience store (C-Store), high class department store, branded boutique (high fashion) dan cash and carry. Bisnis ritel C Store berkembang pesat ditandai dengan banyaknya Indomaret dan AMPM yang ada dimana-mana. Yang mencolok di masa tersebut adalah perkembangan high class department store dan high fashion outlet yang sangat pesat ditandai dengan bermunculannya bisnis ritel seperti SOGO, Metro, Seibu, Yaohan, Mark & Spencer dan berbagai outlet high fashion lainnya.

E. Tahun 2000-2010, seiring dengan semakin berkembangnya internet maka muncul pula sistem e-retailing. Saat itu bisnis ritel yang berupa hypermarket, factory outlet dan category killer sudah memakai e retailing. Dengan memakai e-retailing sistem bisnis ritel semakin canggih, diawali dengan berdirinya Continent Hypermarket dan Paserba Carrefour. Tahun 2002 dibuka Hypermarket Giant dan beberapa gerai hypermarket lainnya yang juga sudah berbasis e-retailing.

F. Tahun 2010-sekarang, perkembangan bisnis ritel dari tahun 2010 sampai saat ini semakin merata di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari perkotaan sampai pedesaan. Semakin majunya internet dalam bidang jual beli serta perdagangan makin mendorong kearah perkembangan e-retailing yang sesungguhnya. Pemesanan dan pembayaran produk dilakukan melalui internet, bahkan dapat menggunakan telepon pintar atau handheld terminal yang disediakan peritel untuk melakukan pembelian produk saat berkunjung ke supermarket.

 

Digital Marketing

Digital Marketing adalah suatu usaha untuk mempromosikan sebuah merek dengan menggunakan media digital yang dapat menjangkau konsumen secara tepat waktu, pribadi dan relawan.

Ada 2 metode digital marketing yaitu :

  • Soft Selling, metode yang cukup ampuh khususnya ketika berjualan secara online, karena tidak terkesan agresif tetapi secara perlahan menggiring konsumen untuk melakukan pembelian. Teknik menjual yang dilakukan dengan cara tersirat yang artinya penjual tidak secara langsung mengajak atau membuat calon pelanggan untuk membeli produknya. Dengan manfaat agar konsumen lebih cepat dalam memudahkan pembeli.
  • Hard Selling, merupakan metode pendekatan penjualan yang bersifat langsung atau secara gamblang. Tujuannya adalah agar konsumen terdorong untuk langsung melakukan transaksi. Hard selling juga dapat dilakukan secara langsung oleh penjual atau mungkin juga diaplikasikan melalui iklan online dan offline. Dengan manfaat konsumen lebih percaya dan tidak merasa di paksa dalam membeli produk.

 

Memahami Bisnis Online (Daring) part 2

Komponen Bisnis Online

Keberhasilan dari bisnis online pastinya di dukung oleh komponen-komponen yang sangat menentukan dalam implementasinya.

  1. Data yaitu fakta berupa teks, angka, gambar, bahkan bisa berupa video. Data sendiri menjadi modal yang penting untuk keberhasilan sebuah perusahaan dalam menggunakan media daring.
  2. Perangkat lunak (Software) mendukung untuk membuat desain website.
  3. Keahlian (Skills) seperti desain website, blog, dan pemasaran dengan surel.
  4. Jaringan (Network) sangat dibutuhkan untuk pemasaran daring. Peran jejaring sosial cukup signifikan dengan website yang dimiliki. Pembuatan jaringan melalui jejaring sosial bisa dilakukan dengan cara membuat akun Facebook, Twitter dan lain sebagainya.

Cara Kerja Bisnis Online

Ketika menggunakan cara daring untuk memasarkan produk, maka pendekatan dengan marketing daring, yaitu menggunakan teknik Search Enginee Optimization (SEO), menggunakan alat-alat baru di internet, menggunakan riset-riset yang ada di internet dan lain sebagainya.

4 tahap dalam pemasaran online :

  1. Perencanaan web direncanakan dari awal untuk digunakan sebagai media pemasaran daring dengan tujuan yang jelas dan target yang jelas.
  2. Pembuatan web menggunakan taksonomi dalam pembuatan struktur navigasinya (menu) dan memperhatikan layout web serta tampilan yang disukai pengunjung.
  3. Konten web menggunakan teknik optimasi mesin pencari (SEO) sehingga konten akan disukai mesin pencari.
  4. Pemasaran web dilakukan dengan menggunakan metode pemasaran daring, diantaranya menggunakan SEO On Page dan SEO Off Page.

 

Memahami Bisnis Online (Daring) part 1

Cari dulu pengertiannya yuk

Apa bisnis online? bisnis online atau daring adalah bisnis yang dalam proses produksi, distribusi, pemasaran, penjualan, dan pengiriman barang dan jasa menggunakan teknologi informasi yang terintegrasi (World Trade Organization).

Siapa saja yang bisa melakukan bisnis online? bisnis online bisa dilakukan oleh siapapun, individu maupun kelompok, dimanapun, kapanpun hanya dengan modal memiliki pengetahuan, kemampuan yang cukup dan terhubung ke internet.

Bagaimana cara pemasaran bisnis online? dengan melalui sistem daring interaktif yang menghubungkan konsumen dan penjual secara elektronik. Ada juga jasa daring komersial yang menawarkan jasa informasi dan pemasaran daring.

Apa ya tujuannya? pemasaran berbasis internet dan teknologi digital yang berhubungan untuk mencapai tujuan pemasaran dan mendukung konsep pemasaran modern.

Apa aja Manfaatnya?

Ada 3 manfaat besar untuk memaksimalkan bisnis online yang kita jalani, yaitu sebagai berikut :

  1. Komunikasi (Comunication) merupakan bagian penting, kenapa? karena akan membantu mencapai target-target yang direncanakan perusahaan.
  2. Transaksi (Transaction) apa kelebihannya? transaksi daring bisa lebih efektif dan efisien untuk perusahaan.
  3. Distribusi (Distribution) memiliki tahapan yang lebih lama dibandingkan dengan tahapan distribusi pada pemasaran daring, karena proses distribusi luring melalui beberapa proses pengiriman dari produsen ke distributor kepada agen, lalu kepada sales dan sales kepada konsumen. Distribusi pemasaran daring bisa langsung antara produsen kepada konsumen.

Bijak Bermedia Sosial

  Alasan Mengapa harus Bijak dalam menggunakan Media Sosial                   Perkembangan teknologi informasi membawa sebuah perubahan da...