Sabtu, 19 Maret 2022

Tugas Marketing Funding

Tugas dan Tanggung Jawab Marketing Funding

Marketing Funding sendiri bertanggung jawab pada pencapaian target bidang usaha Funding (pendanaan).

Seorang Marketing Funding akan diberikan target dari suatu bank yang mempekerjakannya untuk dapat menghimpun dana sebanyak-banyaknya dari nasabah. Dana dapat berasal dari beberapa produk bank diantara melalui simpanan tabungan, simpanan giro maupun simpanan deposito dari para nasabahnya. 

Selanjutnya dana yang telah dihimpun oleh seorang Marketing Funding akan kembali disalurkan keluar dari pihak bank melalui berbagai macam produk pinjaman yang ditawarkan kepada nasabahnya baik pinjaman secara individu, lembaga maupun pihak swasta akan diproses oleh seorang Marketing Lending. 

Seorang Marketing Funding dituntut untuk mempunyai kemampuan berkomunikasi yang baik, memiliki kemampuan untuk menjaga hubungan baik dengan nasabah ataupun calon nasabah, memiliki keahlian dalam menganalisa calon nasabah dari segi kebutuhan nasabah, memiliki interpersonal skill yang baik, serta mampu untuk menjalin atau memperluas jaringan atau networking, berorientasi pada target yang ditetapkan.

Kamis, 17 Maret 2022

Marketing Funding

Pengertian dan Fungsi Marketing Funding


Salah satu bagian di dalam dunia Perbankan adalah Marketing Funding. Definisi umum Marketing Funding berasal dari dua kata, yaitu Marketing dan Funding. 

Marketing merupakan proses atau kegiatan untuk mempromosikan barang atau jasa atau produk dalam segi perbankan, dan Funding merupakan kegiatan menghimpun dana atau bisa didefinisikan sebagai suatu kegiatan membeli dana dari masyarakat.

Apa itu Marketing Funding?

Marketing Funding adalah suatu fungsi jabatan pekerjaan (biasanya di sebuah Bank) mempromosikan dan juga menghimpun dana dari masyarakat. Dalam hal ini seorang marketing funding biasanya sudah mendapatkan daftar nama yang berpotensi untuk menitipkan dananya pada Bank (menabung). 

Pada dunia perbankan fungsi jabatan Marketing Funding juga sering disebut dengan Funding Officer. Sebagian besar waktu kerjanya di habiskan dilapangan, atau sangat jarang sekali ditemui atau berada di dalam kantor. Berikut akan kami jelaskan secara lengkap mengenai beberapa fungsi dan tugas dari seorang Marketing Funding.

Fungsi Marketing Funding

Untuk mencari nasabah (pihak ketiga) yang mempunyai dana lebih agar mau untuk menyimpannya ke dalam bank dalam bentuk produk yang ditawarkan oleh bank itu sendiri. Produk bank yang dimaksud dibagi menjadi tiga kategori, yaitu dalam bentuk simpanan tabungan, simpanan giro dan simpanan deposito.

Memperkenalkan, mempromosikan, memasarkan produk perbankan, dan memperluas jaringan atau relasi antar perbankan atau dengan dunia diluar perbankan itu sendiri.

Contoh Marketing Funnel

6 Contoh Marketing Funnel

1. Toko retail dan e-commerce

Berikut perbandingan tahapan marketing funnel yang dilakukan oleh toko retail dan e-commerce dikutip dari neilpatel.com.

Toko retail

  1. Konsumen melihat-lihat produk yang akan dibeli.
  2. Konsumen datang dan masuk ke toko.
  3. Konsumen memilih produk yang akan dibeli dan memasukkannya ke dalam keranjang.
  4. Konsumen berjalan menuju kasir untuk menyelesaikan transaksi.
  5. Konsumen melakukan pembayaran.

E-commerce

  1. Konsumen mengunjungi situs e-commerce.
  2. Konsumen mencari produk yang ingin dibeli.
  3. Konsumen memasukkan produk ke dalam keranjang.
  4. Konsumen melakukan proses check out.
  5. Konsumen menyelesaikan transaksi dengan menekan tombol ‘Bayar’.
Transaksi yang dilakukan melalui e-commerce mendatangkan lebih banyak keuntungan karena perusahaan dapat melacak indikator klik, waktu yang dihabiskan pelanggan di halaman situs web, dan metrik yang lainnya.

2. Contoh marketing funnel yang tidak efektif
Norman Newbie memiliki perusahaan perangkat lunak dengan sepuluh karyawan di bidang penjualan dan satu produk. Dia bukan pemasar yang cerdas sehingga proses penjualan yang dilakukan saat ini menggunakan daftar konsumen potensial yang dibeli secara online kemudian meminta karyawannya untuk menelepon nama-nama dalam daftar tersebut satu per satu.
Karyawannya sering merasa frustasi karena prospek yang datang tidak selalu baik. Hal itu disebabkan karena mereka menghubungi orang-orang yang tidak tertarik dengan layanan yang ditawarkan atau tidak cocok dengan produk yang diajukan. Karyawan perusahaan tersebut hanya mampu menutup kurang dari 1% dari keseluruhan prospek yang dapat mereka jangkau.
3. Contoh marketing funnel yang efektif

Molly Marketer memiliki perusahaan dengan skala yang serupa. Namun, alih-alih melakukan pendekatan pemasaran secara tradisional seperti yang dilakukan oleh Norman, dia membuat saluran pemasaran yang membantu ketiga karyawannya mendapatkan lebih banyak penjualan dengan usaha yang lebih sederhana.

Molly memulai dengan membangun serangkaian konten pemasaran yang ditautkan ke situs webnya. Konten tersebut menarik perhatian calon konsumen karena mereka dapat terlibat dengan konten yang disajikan melalui artikel blog, infografis, atau video. Calon konsumen juga dapat mempelajari tentang seluk beluk perusahaan beserta layanan yang ditawarkan tanpa harus menerima panggilan telepon yang mengganggu dari sales atau tenaga penjualan.

4. NYX

Merek kecantikan NYX, memiliki marketing funnel yang dimulai dari media sosial, yaitu misalnya Pinterest. Perjalanan calon pelanggan dimulai setelah mengunjungi halaman mereka di Pinterest. Bagian dari halaman konten menunjukkan produk yang diiklankan. Gambar dalam konten tersebut dibuat menarik dengan deskripsi singkat mengenai produk. Kemudian, dalam postingan tersebut berisi juga beberapa tautan ke situs web NYX, yang selanjutnya akan mengarahkan pelanggan ke tahap minat dan pertimbangan.

Setelah mengklik postingan tersebut, calon pelanggan akan diarahkan ke bagian khusus situs web NYX, yang didedikasikan untuk suatu produk tertentu. Di sini mereka dapat memilih di antara beberapa opsi, yang memenuhi kebutuhan mereka. Tahap ini merupakan tahap evaluasi. Pada tahap akhir, pelanggan dapat membeli produk dalam dua klik. Ini dapat dianggap sebagai akhir dari funnel.

5. Wix

Pembuat situs web, Wix, membangun saluran pemasaran untuk mengarahkan pengguna baru ke situs lamannya dan membuat mereka tetap terlibat dengan layanan tersebut. Tujuannya adalah untuk membuat calon pelanggan mendaftar daripada membeli langganan premium. Untuk membuat calon pelanggan mengetahui merek tersebut, Wix menggunakan SEO. Artikel perusahaan muncul di cuplikan unggulan Google untuk kueri "cara membuat landing page". Setelah mengkliknya, Google mengarahkan calon pelanggan ke blog Wix.
Untuk mendorong pengunjung baru ke saluran pemasaran, Wix menawarkan mereka untuk langsung mulai membangun situs web mereka. Setelah mengklik tombol "Mulai sekarang", calon pelanggan membuka editor Wix. Setelah pengunjung mendaftar dengan layanan, Wix mencapai tujuan utamanya.
6. Netflix

Netflix menggunakan media sosial untuk membuat buzz tentang tayangan yang akan datang. Ringkasan yang tajam ditambah dengan klip pendek menggoda pengikut media sosialnya untuk menontonnya tayangan tersebut saat dirilis. Akhirnya, terjadilah pemasaran dari mulut ke mulut berawal dari postingan media sosial yang dibawa ke dalam obrolan sekelompok teman. Di sinilah Netflix telah mencapai langkah pertama pemasaran baik secara online maupun offline.
Memasuki landing page Netflix, pengunjung baru diminta untuk memasukkan email untuk memulai langganan. Setelah itu akan memasuki tahap pendaftaran, mulai dari pembuatan password hingga memilih plan. Untuk meyakinkan calon pelanggan, tertulis bahwa kamu bisa membatalkan langganan kapan saja dan menekankan bahwa tidak akan ada fee tambahan.
Setelah itu, kamu akan diberikan beberapa opsi mulai dari yang termurah hingga yang paling mahal. Seluruh proses berjalan mulus dan membangun kepercayaan calon pelanggan sejak awal. Netflix memenangkan tahap loyalitas dengan menghadirkan konten epik di platformnya yang memikat pikiran penonton sejak hari pertama.




Selasa, 15 Maret 2022

Strategi Marketing Funnel

Strategi pemasaran dalam setiap marketing funnel

Untuk mendorong tujuan yang diinginkan dalam setiap customer journey, ada beberapa strategi yang bisa kamu coba. 

1. Awareness

kegiatan pemasaran pada tahap ini bertujuan untuk membangun brand awareness. Semakin banyak orang yang dapat kamu jangkau dan mengarahkannya pada tahapan funnel berikutnya tentu akan semakin baik. Beberapa strategi pemasaran yang bisa digunakan pada tahap ini seperti influencer marketing, konten SEO organik, atau  advertising. 

2. Interest dan Desire

Karena tahapan ini kerap terjadi beriringan dan dalam waktu yang dekat, maka kamu bisa menerapkan beberapa strategies yang langsung fokus pada dua tahapan ini secara bersamaan.  Adapun contoh strategi pemasaran yang bisa digunakan pada tahap ini adalah content marketing atau product review. 

3. Action

Tahapan di mana kamu benar-benar harus meyakinkan calon pelanggan untuk mengambil tindakan pembelian. Itu sebabnya strategi pemasaran pada tahap ini harus fokus menciptakan urgensi dan memberikan kemudahan untuk mereka melakukan pembelian. 

Beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan konversi pada tahap ini seperti Conversion Rate Optimisation (CRO) dengan menambahkan CTA pada halaman pembelian di situs kamu atau dengan pemberian trial, demo dan penawaran diskon.


Tahapan Marketing Funnel

4 Tahapan Marketing Funnel yang harus diketahui


Umumnya marketer akan mengkategorikan marketing funnel berdasarkan model AIDA yang membagi customer journey dari awal interaksi hingga konversi ke dalam 4 tahap, yaitu :

1. Awareness

Tahapan di mana orang-orang mulai mengetahui produk, brand atau perusahaan kamu. Hal ini dapat terjadi dalam berbagai cara, seperti membaca salah satu artikel blog kamu, mendengar podcast yang menyebut nama brand atau produk kamu, melihat iklan di facebook, mencari sesuatu di Google dan menemukan situs kamu, menonton salah satu video kamu di YouTube, dan lain-lain. 

Tujuan utamanya adalah memperkenalkan merek dan produk kamu kepada target audiens. Ini adalah tahapan di mana semua strategi dan upaya pemasaran kamu harus fokus untuk menarik perhatian dan menjangkau sebanyak mungkin orang. Keberhasilan pada tahapan ini berkaitan pada jumlah leads yang bisa kamu arahkan ke tahapan marketing funnel selanjutnya. 

2. Interest

Mereka mulai tertarik dan ingin mengetahui brand atau produk kamu lebih lanjut. Mereka mulai mempertimbangkan produk kamu dengan membandingkannya dengan merek lainnya lalu mempelajari berbagai fitur dan manfaat yang ditawarkan. Pada tahap ini, fokus dari semua strategi pemasaran kamu adalah memberi tahu audiens tentang fitur produk kamu, manfaat dan keunggulan yang ditawarkan.

3. Desire

Tahapan dalam customer journey dimana calon pelanggan benar-benar mulai menginginkan produk atau layanan kamu dan berniat melakukan pembelian. Pada tahap ini perspektif audiens mulai berubah dari menyukai menjadi ingin memiliki. Dalam perspektif marketing, tahapan ini adalah saat di mana kamu perlu memberikan dorongan untuk mengubah prospek pelanggan menjadi pelanggan. 

Sasaran utamanya adalah untuk melibatkan calon konsumen atau pelanggan dan membuat mereka menginginkan produk kamu daripada brand-brand lainnya. Perlu dipahami bahwa terkadang tahapan Interest dan Desireterjadi beriringan dan hampir bersamaan. Itu sebabnya kedua tahap ini terkadang dapat digabungkan menjadi satu funnel.

4. Action

Calon konsumen mengambil tindakan yang diinginkan dan mengubahnya menjadi pelanggan.Dalam perspektifmarketing, semua materi pemasaran di funnel ini harus menyampaikan rasa urgensi untuk mendorong konsumen mengambil tindakan yang mengubah mereka menjadi pelanggan. Meski begitu perlu dipahami bahwa tahapan marketing funnel bisa disesuaikan dan dipecah lebih lanjut berdasarkan kebutuhan setiap bisnis. Terkadang marketers bisa jadi akan menggunakan tiga tahapan funnel yang terdiri dari lead generation, nurturing dan konversi. 

Beberapa lainnya juga terkadang menambahkan tahapan marketing funneldengan retensi pelanggan atau remarketingsetelah tahapan konversi. Itu sebabnya, sesuaikan marketing funnel yang paling efektif untuk bisnis kamu sendiri, ya. 




Minggu, 13 Maret 2022

Marketing Funnel

Pengertian dan Tujuan Marketing Funnel


Apa itu Marketing Funnel?

Marketing funnel dapat membantumu memahami proses bagaimana calon pelanggan pada akhirnya memutuskan untuk membeli produk atau layanan yang kamu tawarkan. Dengan memahami proses ini kamu pun dapat merancang strategi yang tepat untuk memaksimalkan konversi yang diinginkan. 

Marketing funnel adalah sistem atau cara untuk menjelaskan berbagai tahapan yang akan dilalui oleh pelanggan sebelum melakukan transaksi atau pembelian. Yang mencakup semua tahapan mulai dari Awareness hingga ke tahap saat mereka siap membeli produk atau layanan yang kamu tawarkan dan menjadi pelanggan.

Marketing funnel juga menjadi cara untuk menghadirkan visibilitas dalam setiap tahap yang berhubungan dengan pelanggan. Mau itu ketika kamu ingin melakukan penjualan online, menghasilkan traffic ke situs, atau mengumpulkan klik sebagai afiliasi, kamu tetap akan membutuhkan marketing funnel.

Marketing funnel dianggap penting karena dapat memberi tahu kamu sejauh mana prospek atau leads di dalam customer journey dan membantumu mengidentifikasi strategi dan jenis konten terbaik yang dapat menghasilkan konversi. 

Manfaat Marketing Funnel

  1. Meningkatkan penjualan. Kamu dapat menyesuaikan jenis konten dan strategi yang relevan dengan kebutuhan pelanggan.
  2. Mendapatkan insight tentang perilaku calon pelanggan. 
  3. Membantu mengidentifikasi area yang butuh ditingkatkan. Kamu dapat mengetahui pada tahap mana kamu kerap kehilangan pelanggan sehingga kamu dapat mengubah strategi untuk mencegahnya. 


Jumat, 11 Maret 2022

Keuntungan Bisnis Online

Keuntungan mempunyai bisnis online


Banyak sekali ide bisnis online untuk pemula yang saat ini diminati karena memang jenis bisnis ini diakui punya banyak kelebihan. Berikut adalah beberapa kelebihan usaha online dibandingkan usaha konvensionalkonvensional : 

1. Mudah untuk memulainya

Jenis bisnis yang satu ini tergolong mudah untuk dimulai karena memang cenderung praktis. Bisnis ini bisa dimulai kapan saja asalkan kamu sudah punya ide bisnisnya dan sudah ada produk yang akan dijual. Bahkan kamu juga bisa menjadi reseller atau dropshipper terlebih dahulu tanpa harus melakukan stok produk. 

2. Jangkauan pasar yang luas

Bisnis online menjanjikan karena jangkauan pasarnya tergolong luas. Jika dibandingkan dengan bisnis konvensional maka jenis bisnis ini memiliki jangkauan yang jauh lebih luas karena tidak terbatas tempat. Kamu bisa menjual produk kemana saja dan mendapatkan pelanggan dari tempat jauh sekalipun. 

3. Modal yang terjangkau

Metode bisnis secara online ini juga membutuhkan modal yang terjangkau. Apalagi untuk jenis bisnis online rumahan yang masih berskala kecil. Tak heran jika bisnis ini banyak diminati karena dapat dimulai bahkan oleh mereka yang modalnya terbatas sekalipun. Kamu juga tak perlu merekrut banyak karyawan karena bisnis ini bisa dikelola sendiri dan tak butuh tempat atau toko offline sehingga modalnya jauh lebih hemat.

4. Banyaknya media promosi

Kelebihan lain dari bisnis online dibandingkan bisnis konvensional adalah tersedia banyak sekali media promosi. Jenis bisnis ini lebih mudah dipromosikan dan dalam sekali promosi bisa menjangkau target pasar yang luas. Media promosi digital saat ini juga sudah semakin beragam dan fiturnya juga lengkap sehingga strategi marketing dapat berjalan lancar.



Bijak Bermedia Sosial

  Alasan Mengapa harus Bijak dalam menggunakan Media Sosial                   Perkembangan teknologi informasi membawa sebuah perubahan da...