Selasa, 01 Maret 2022

Fungsi dan Manfaat Kemasan Produk

Fungsi dan Manfaat serta tujuan dari Kemasan Produk

Fungsi dari Kemasan Produk

Ada dua fungsi kemasan produk yaitu sebagai berikut : 

1. Fungsi Protektif Kemasan

Fungsi protektif berfungsi sebagai suatu pelindung ataupun keamanan produk dari berbagai hal yang mampu merusak produk seperti cuaca, proses pengiriman, dll. 

Kemasan yang melindungi produk mampu mencegah atau meminimalisir adanya kerusakan yang mampu merugikan pihak pembeli atau penjual.

2. Fungsi Promosional Kemasan

Kemasan juga berfungsi sebagai alat promosi ataupun pemasaran. Hal bisa dilakukan dengan membuat bentuk kemasan yang menarik.

Secara umum fungsi kemasan yaitu sebagai berikut : 

  • Self service : kemasan produk bisa menegaskan ciri khas dari suatu produk yang dijual, sehingga setiap produk akan memiliki bentuk kemasan yang berbeda.
  • Consumer Affluence : kemasan produk yang menarik terbukti mampu mempengaruhi minat konsumen untuk membeli dengan harga yang lebih mahal.
  • Company and Brand Image : kemasan produk adalah brand image perusahaan, sehingga bisa dijadikan sebagai identitas perusahaan agar bisa lebih dikenal oleh masyarakat.
  • Innovation Opportunity : kemasan produk yang inovatif mampu memberikan manfaat untuk konsumen dan mampu menguntungkan perusahaan.
Manfaat Kemasan Produk

Tujuh manfaat dari kemasan produk, yaitu : 

  1. Physical Production : pembuatan suatu kemasan produk memiliki tujuan untuk melindungi produk dari adanya iklim, getaran, guncangan, tekanan, dan faktor lain yang mampu merusak produk.
  2. Barrier Protection : dalam hal ini, pemasangan kemasan produk bertujuan untuk melindungi produk dari adanya hambatan oksigen,uap, air, debu, dll.
  3. Containment of Agglomeration : Pengemasan juga bertujuan demi mengelompokkan produk, sehingga proses penanganan dan penyaluran akan menjadi lebih efisien.
  4. Information Transmission : di dalam kemasan juga biasanya tercantum cara penggunaan transportasi, daur ulang, atau cara membuang kemasan tersebut.
  5. Reducing Theft : pemberian kemasan produk pun bertujuan untuk mencegah adanya tindak pencurian dengan cara melihat kerusakan fisik yang ada pada kemasan.
  6. Convenience : kemasan adalah salah satu fitur yang mampu meningkatkan kenyamanan, distribusi, penanganan, penjualan, tampilan, pembukaan, penutup, penggunaan, dll.
  7. Marketing : desain dan label yang menarik pada kemasan bisa digunakan oleh pihak pemasar untuk meningkatkan minat pembeli para konsumen.

Senin, 28 Februari 2022

Jenis Kemasan Produk

Jenis - Jenis Kemasan Produk


Ada tiga kategori dalam pengemasan produk, yaitu :

1. Berdasarkan struktur isiisi

Jenis kemasan berdasarkan struktur isi ini dibedakan menjadi tiga jenis utama, yaitu :
  • Kemasan primer adalah bahan yang diolah menjadi wadah langsung untuk bahan makanan, seperti kaleng susu, botol minum, dll.
  • Kemasan sekunder adalah suatu wadah yang memiliki fungsi dalam hal memberikan perlindungan pada kelompok kemasan lain, seperti kotak kardus, kotak peti kayu, dll.
  • Kemasan tersier adalah suatu kemasan yang bisa dimanfaatkan untuk melindungi produk selama proses pengiriman berlangsung.
2. Berdasarkan frekuensi pemakaian

Jenis kemasan produk berdasarkan frekuensi pemakaiannya pun terbagi menjadi tiga jenis, yaitu :

  • Kemasan disposable adalah kemasan yang hanya digunakan dalam satu kali pakai dan langsung dibuang, seperti kemasan plastik, kemasan daun pisang, dll.
  • Kemasan multi trip adalah kemasan produk yang bisa digunakan berkali-kali oleh para konsumen dan bisa dikembalikan kembali pada agen penjual untuk bisa digunakan kembali, seperti galon air minum, botol kaca saus, dll.
  • Kemasan semi disposable adalah kemasan yang tidak dibuang karena bisa digunakan lagi oleh konsumen, contoh sederhananya adalah kaleng biskuit atau botol kaca sirup.
3. Berdasarkan tingkat kesiapan pakai

Berdasarkan tingkat kesiapan penggunaannya, maka kemasan produk terbagi menjadi dua, yaitu :

  • Kemasan siap pakai adalah kemasan produk yang siap untuk diisi dan wujudnya sudah sempurna sejak pertama kali diproduksi, seperti botol, kaleng, dll.
  • Kemasan siap dirakit adalah kemasan produk yang memerlukan perakitan ulang sebelum diisi dengan produk, contohnya adalah plastik, kertas kemas, aluminium foil, dll.

Jumat, 25 Februari 2022

Kemasan Produk

Apa itu Kemasan Produk?


Kemasan produk adalah salah satu hal yang sangat penting dan juga tidak bisa dipisahkan dari proses pemasaran dan distribusi pada suatu produk. Maka, apa sebenarnya pengertian dari kemasan produk? 

Pengertian kemasan produk secara umum adalah suatu wadah ataupun pembungkus yang memiliki fungsi untuk mencegah ataupun meminimalisir terjadinya kerusakan pada produk yang dikemas.

Ada juga yang mengatakan bahwa pengertian kemasan produk adalah suatu material pembungkus produk yang memiliki fungsi untuk menampung, melindungi, mengidentifikasi, dan mempromosikan produk.

Fungsi kemasan tidak hanya berguna untuk melindungi produk, tapi juga berfungsi sebagai alat pemasaran dan juga membangun identitas brand serta meningkatkan penjualan.

Lalu, apa arti pengemasan produk?

Pengemasan memiliki arti suatu sistem yang telah terkoordinasi dalam hal menyiapkan barang untuk disalurkan, pergudangan, logistik, pengguna akhir dan penjualan. Artinya, pengemasan adalah suatu bentuk kegiatan untuk memberi wadah atau pembungkus suatu produk.

Dalam proses pelaksanaannya, terdapat kegiatan melindungi, mengawetkan, mengangkut, memberikan informasi dan menjual suatu produk.
Tujuan utama dari memberikan kemasan pada produk yaitu guna melindungi dan juga mencegah adanya kerusakan atas produk yang dijual. Selain itu, kemasan juga berguna sebagai sarana informasi dan juga pemasaran yang baik dengan membuat suatu desain kemasan yang kreatif, sehingga akan terlihat lebih menarik dan mudah diingat oleh konsumen atau pelanggan.
Pengertian Kemasan Produk menurut para ahliahli
1. Philip Kotler dan Gary Amstrong
Kotler dan Amstrong berpendapat bahwa pengertian kemasan produk adalah adalah salah satu kegiatan yang mencakup desain dan produk, sehingga kemasan yang ada pada produk tersebut bisa berfungsi dengan baik dan produk yang ada di dalamnya bisa terlindungi.
2. D. Rodriguez
Rodriguez menjelaskan bahwa pengertian kemasan produk adalah wadah yang mampu mengubah kondisi dari bahan pangan dengan adanya tambahan senyawa aktif, sehingga mampu memperpanjang umur.
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia
Pengertian kemasan produk adalah suatu bungkus pelindung yang ada pada suatu produk barang yang berasal dari hasil aktivitas pengemasan.

Kamis, 24 Februari 2022

Tips Mengelola Manajemen Keuangan

Beberapa tips untuk mengelola manajemen keuangan


Setelah mengetahui tentang fungsi, tujuan, dan prinsip manajer keuangan. Kita juga harus tahu bagaimana tips pengelolaan keuangan yang ampuh. Berikut ada beberapa tips pengelolaan keuangan yang tepat guna.

1. Pisahkan antara rekening pribadi dan keuangan perusahaan

Banyak pelaku bisnis yang masih mencampurkan uang pribadi dan uang perusahaan. Uang pribadi dan perusahaan harus dipisah, hal tersebut berguna untuk mengukur keadaan keuangan perusahaan dan menghindari penyalahgunaan keuangan perusahaan.

2. Alokasikan pengeluaran untuk menggaji diri sendiri

Meskipun perusahaan tersebut milik Anda sendiri, di setiap bulan Anda harus mengalokasikan dan untuk menggaji diri Anda sendiri yang pasti sesuai dengan kebutuhan. Jika Anda meminjam uang di perusahaan sendiri juga harus dicatat sebagai utang dan harus dikembalikan.

3. Membuat laporan keuangan

Laporan keuangan dibuat dengan tujuan mengetahui keluar masuknya uang dan dapat mengetahui untung dan rugi usaha yang sedang berjalan.

4. Membuat catatan proyeksi arus kas

Dengan adanya catatan proyeksi arus kas, perusahaan bisa mengetahui kapan harus mengeluarkan dana serta kapan waktunya menerima dana. Catatan ini juga berfungsi untuk mencari upaya sebelum terjadi kerugian pada keuangan perusahaan.

5. Hindari uang berada si karyawan

Jangan sampai uang perusahaan dibawa oleh karyawan yang mengatur keuangan perusahaan. Besar kemungkinan uang tersebut akan dipakai untuk keperluan pribadi si karyawan.

6. Melakukan cek stok barang

Jangan sampai uang perusahaan dibawa oleh karyawan yang mengatur keuangan perusahaan. Besar kemungkinan uang tersebut akan dipakai untuk keperluan pribadi si karyawan.

7. Pisahkan kasir dan akunting

Bagian yang memegang uang kasir juga harus membuat laporan keuangannya sendiri. Uang kasir harus dilaporkan setiap harinya, hal ini untuk menghindari potensi manipulasi data.

Untuk memudahkan hal tersebut Anda bisa menggunakan software POS dan akuntansi untuk meminimalisir tindakan fraud dan memudahkan Anda memantau bisnis.

Rabu, 23 Februari 2022

Fungsi dan Tips Manajemen Keuangan

Fungsi dan Tips dari Manajemen Keuangan


Fungsi Manajemen Keuangan

Manajer keuangan juga harus mempunyai fungsi yang jelas. Jangan sampai manajer keuangan tidak mempunyai fungsi apa-apa dan hanya berdiri sendiri saja. Ada beberpa fungsi manajer keuangan :

1. Planning

Merencanakan keuangan dalam sebuah perusahaan sangat lah penting. Perencanaan keuangan meliputi mengatur uang kas, menghitung rugi laba, merencanakan arus kas.

2. Budgeting

Budgeting merupakan kegiatan mengalokasikan dana untuk semua keperluan perusahaan. Alokasi ini harus dilakukan seminimal mungkin dan memaksimalkan anggaran yang ada.

3. Controling

Controlling adalah melakukan pengontrolan atau evaluasi terhadap keuangan yang sedang berjalan. Evaluasi dilakukan untuk memperbaiki sistem keuangan perusahaan agar perusahaan dapat bertahan.

4. Auditing

Auditing adalah proses pemeriksaan keuangan. Pemeriksaan keuangan perusahaan sesuai kaidah akuntasi akan menghindari terjadinya penyelewengan dan penyimpangan dana perusahaan.

5. Reporting

Reporting adalah melaporkan keuangan. Melaporkan keuangan perusahaan harus dilaksanakan secara terbuka dan transparan di semua kalangan perusahaan. Laporan ini berguna untuk memberikan informasi keadaan keuangan perusahaan.

Prinsip Manajemen Keuangan

Terdapat juga beberapa prinsip manajer keuangan yang harus diterapkan di setiap perusahaan.

1. Akuntabilitas

Akuntabilitas adalah kewajiban moral dan hukum yang terdapat dalam sebuah perusahaan. Sehingga dapat diketahui darimana dana diperoleh, dana dipakai untuk apa saja, serta bagaimana perusahaan memakai dana tersebut. Semua pihak dan aspek di perusahaan harus tahu bagaimana dana dan wewenang itu digunakan.

2. Konsintensi

Sistem keuangan perusahaan harus dilakukan secara konsisten, bukan berarti perusahaan tidak boleh mengganti sistem yang sudah berjalan. Tetapi dengan adanya pergantian tersebut menandakan adanya penggunaan dana yang tidak stabil.

3. Kelangsungan Hidup

Manajer keuangan harus bisa merencanakan keuangan agar perusahaan bisa terus berjalan dan hidup. Manajer keuangan juga harus memunyai strategi keuangan yang tepat.

4. Transparansi

Perusahaan harus transparan dan terbuka terhadap keuangan perusahaan. Perusahaan harus menyediakan informasi tentang aktivitasnya dengan orang yang berkepentingan. Keuangan yang akurat, lengkap, dan rapi dapat diakses dnegan mudah oleh setiap manajer yang berkepentingan.

5. Standar Akuntansi

Sistem akuntasi yang berlaku di setiap perusahaan haruslah sama. Yang berrarti semua akuntan di seluruh dunia dapat paham dan mengerti tentang sistem akuntasi yang sama.

6. Integritas

Laporan dan catatan keuangan harus dijaga integritasnya dengan baik. Laporan keuangan harus dibuat selengkap dan seakurat mungkin.

7. Pengelolaan

Perusahaan harus bisa mengelola keuangan perusahaan dengan tepat. Perusahaan harus bisa menjamin bahwa dana yang telah dianggarkan dapat digunakan sesuai dengan tujuan dan rencana keuangan yang telah dibuat sebelumnya.

Selasa, 22 Februari 2022

Manajemen Keuangan

Mengenal Manajemen Keuangan


Apa yang dimaksud dengan manajemen keuangan?

Keuangan di ibaratkan seperti pondasi yang sangat penting dan harus dikelola dengan baik. Jika tidak, keuangan perusahaan akan berantakan dan menghentikan aktivitas perusahaan tersebut. Oleh sebab itu, perusahaan membutuhkan divisi atau tim khusus untuk mengurus keuangan. Biasanya bagian ini disebut dengan manajemen keuangan.

Jadi, manajemen keuangan adalah kegiatan yang meliputi perencanaan, pengelolaan, penyimpanan, hingga mengendalikan dana serta aset perusahaan. Pengelolaan keuangan harus di-handle dengan perencanaan yang matang agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari yang merugikan perusahaan.
Tujuan manajemen keuangan
Biasanya bagian yang memiliki peran penting pasti memiliki tujuan yang nantinya berguna bagi perusahaan. Nah, agar lebih jelas lagi, berikut ini beberapa tujuan manajemen keuangan :

1. Menjaga arus kas perusahaan

Arus kas adalah keluar masuknya uang kas dalam perusahaan yang harus dipantau agar tidak terjadi pengeluaran yang tidak diinginkan. Jika arus kas dalam perusahaan tidak terkendali, maka bisa menyebabkan kerugian. Biasanya uang kas digunakan untuk menggaji karyawan, membeli bahan baku atau keperluan logistik, dan pengeluaran lainnya.

2. Memaksimalkan keuangan perusahaan

Manajemen keuangan pada perusahaan juga bertujuan untuk memaksimalkan keuangan perusahaan. Artinya, segala aktivitas anggaran dana yang sifatnya tidak menguntungkan perusahaan bisa diganti dengan aktivitas yang lebih menguntungkan.

Perencanaan keuangan yang tepat bisa membantu memaksimalkan keuntungan perusahaan dalam waktu jangka panjang. Ketika anggaran dana perusahaan sudah sesuai atau tepat, maka efisiensi pada dana perusahaan akan terus mengalami peningkatan.

3. Mempersiapkan struktur modal

Tujuan adanya manajemen keuangan di perusahaan adalah merencanakan struktur modal agar bisa menyeimbangkan antara anggaran perusahaan dengan dana pinjaman. Perencanaan modal yang tepat bisa bantu perusahaan meminimalisir modal dengan bijak.

4. Mengoptimalkan kelangsungan perusahaan

Jika manajer keuangan bisa mengambil keputusan dengan tepat, maka hal ini bisa mengurangi risiko operasional perusahaan yang sifatnya merugikan. Bagian lain yang tidak kalah penting dari pekerjaan manajer keuangan adalah ahli membaca pasar saham.

Manfaat dan Fungsi Spesifikasi Produk

Mengetahui Manfaat dan Fungsi dari Spesifikasi Produk


Manfaat Spesifikasi

Spesifikasi yang disusun secara rinci dan jelas dapat memberikan beberapa manfaat, di antaranya adalah yaitu : 

1. Menguji barang atau jasa dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan pengguna barang atau jasa.

2. Penyedia barang atau jasa akan terdorong untuk memberikan solusi lain yang lebih inovatif, yang menawarkan nilai uang atau value of money yang lebih baik kepada pengguna barang atau jasa. 

3. Terciptanya kompetisi dalam proses pemilihan penyedia barang atau jasa.

Fungsi Spesifikasi

Spesifikasi berfungsi sebagai media komunikasi antara pengguna dan penyedia barang atau jasa. Maksudnya adalah dalam kegiatan pengadaan barang atau jasa, pembeli  atau pengguna biasanya menjadi pihak yang menyusun spesifikasi barang atau jasa yang diinginkan.

Penyusunan spesifikasi ini harus memuat informasi serinci mungkin agar penyedia barang atau jasa dapat memasok barang atau jasa sesuai dengan yang dibutuhkan dan diinginkan oleh pengguna barang atau jasa. Setelah disusun dengan rinci dan jelas, spesifikasi ini kemudian dikomunikasikan kepada pihak penyedia.

Lalu, pihak penyedia menerima dan menindaklanjuti informasi spesifikasi yang dibutuhkan dan diinginkan pengguna. Pihak penyedia memberikan penawaran kepada pengguna. Pada tahap ini, penyedia menyampaikan informasi spesifikasi tentang barang atau jasa yang ditawarkan kepada pengguna. Penawaran spesifikasi yang diberikan pihak penyedia kemudian diolah oleh pengguna.

Terjadilah proses perbandingan antara spesifikasi yang diajukan pengguna dengan spesifikasi yang ditawarkan penyedia. Di sini, spesifikasi tidak hanya berfungsi sebagai media komunikasi tetapi juga sebagai sarana pembanding.   

Bijak Bermedia Sosial

  Alasan Mengapa harus Bijak dalam menggunakan Media Sosial                   Perkembangan teknologi informasi membawa sebuah perubahan da...